Baku Klaim Perahu, Rika Yohan Ingatkan Pendukung Jangan Ikut-ikutan

  • Whatsapp
Rika Yohan
Rika Yohan dan suami.
jadwal-sholat

BENGKULU SELATAN | TheBlusukan.com Segenap pendukung Bakal Calon (Balon) Bupati Bengkulu Selatan, Dewi Sartika alias Rika Yohan diimbau tak perlu gusar apalagi ikut-ikutan mengklaim telah mengkondisikan sejumlah partai politik (Parpol) pengusung.

“Mengklaim terlalu dini, apalagi kalau tanpa dasar konkret itu justru akan menjerumuskan diri sendiri, karena bakal tersugesti progres semu, bahkan pada akhirnya dicap sebagai pembohong. Kita tidak ingin seperti itu,” ujar Rika Yohan melalui Divisi Humas Tim Relawan, Nofredi Herawan, saat ditemui di kediamannya, Senin (29/6/2020) sore.

Read More

banner 970180

Dia meminta, para pendukung Rika Yohan di semua kalangan memahami mekanisme internal masing-masing Parpol dan tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak yang memang belum saatnya memproklamirkan koalisi Parpol pengusung.

“Soal perang klaim antarkubu Balon lain, itu hak mereka. Pendukung Rika tak perlu menanggapi, jangan ikut-ikutan memperkeruh suasana. Tim sedang mengintensifkan komunikasi kepada beberapa Parpol terdekat, peluangnya masih kurang-lebih sama, termasuk petahana sendiri,” tandas Fredi.

Penyambung lidah pasangan Balon Rika Yohan-Sepuan Yunir ini secara implisit menggambarkan, tiap kandidat memiliki manuver masing-masing dalam pertempuran merebut simpati para pimpinan Parpol di daerah.

Sementara Rika sendiri juga melakukan hal serupa, kemudian dikuatkan melalui kedekatan dirinya dan Sang Suami dengan para petinggi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) beberapa Parpol, termasuk pendiri Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo.

“Kalau sekadar surat tugas, yang pegang juga sudah banyak, termasuk Rika. Tapi yang dibutuhkan untuk pencalonan adalah surat rekomendasi, itu kami yakin belum ada Parpol yang keluarkan. Jadi, hal ini (klaim pengusung-red) belum saatnya dibesar-besarkan, malah akan memicu perdebatan tidak produktif di kalangan akar rumput. Kita kedepankan etika politik,” pungkasnya.

 

Apa Kabar Kuda Hitam?

Pembatasan sosial selama masa pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) diduga turut mempengaruhi gairah tempur beberapa kandidat kontestan Pilkada Bengkulu Selatan.

Sejak awal pandemi, terpantau hanya Hidayat yang masih bernyali terjun langsung menyambangi warga di desa-desa, menyampaikan himbauan pelaksanaan protokol kesehatan sembari membagikan bantuan masker.

Saat Provinsi Bengkulu ditetapkan sebagai zona merah, tentu saja kemunculan Petahana Gusnan Mulyadi di depan publik lebih dominan, terkait tugasnya mengatur pendistribusian bantuan pemerintah kepada warga miskin dan terdampak Covid-19.

Di luar panggung Covid-19, Marwan Iswandi dikabarkan berhasil mengantongi surat tugas dari DPP Partai Demokrat. Sementara Budiman Ismaun dan Hartawan terdengar sayup-sayup melalui para pemuja rahasia-nya di barisan kabinet Petahana Gusnan Mulyadi.

Dari jalur independen, Yogi Pramadani mengaku tengah melaksanakan giat extra ordinary, menggencarkan komunikasi politik dengan para pengurus Parpol. Mungkinkah ini pertanda ancang-ancang lompat jalur?

Menjelang Idul Fitri, muncul Wa Inut Saleh. Sekilas, tampilnya kandidat perempuan ini terkesan sebagai boneka salah satu kandidat lama yang ditugaskan melunturkan dominasi Rika Yohan.

Namun, situs MataMataSerunting mendeteksi, pengusaha bernama lengkap Elly Zuliani Herawati ini punya hubungan sangat erat dengan penembak runduk Muktis Yulizar, kandidat bupati yang namanya sempat melengking di pentas politik Bumi Sekundang Setungguan setahun silam.

Diduga, srikandi berusia 55 tahun inilah yang dulu pernah disebut-sebut Muktis sebagai kuda hitam.[limp]

banner 970180

Related posts

banner 970180