Boyong Tari Gandai ke Kelas Festival Pariwisata, Ini Petuah Gubernur Bengkulu untuk Masyarakat Mukomuko

  • Whatsapp
Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah mengikuti pagelaran Tari Gandai
Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah mengikuti pagelaran Tari Gandai.
jadwal-sholat

MUKOMUKO | TheBlusukan.comKeinginan Gubernur Bengkulu Rahidin Mersyah mengangkat identitas kalangan ulayat daerah tersebut —khususnya Kabupaten Mukomuko— terungkap saat menghadiri Malam Gandai Akbar, di Lapangan Merdeka Medan Jaya Ipuh, Kabupaten Mukomuko, Sabtu (22/2/2020).

Pagelaran tari kolosal masyarakat Suku Pekal dan Mukomuko ini, untuk memeriahkan peringatan hari jadi ke-17 kabupaten berslogan Kapuang Sakti Rantau Batuah tersebut.

Read More

banner 970180

Rohidin mengapresiasi upaya pelestarian budaya lokal oleh masyarakat setempat. Apalagi, saat itu dibarengi peluncuran buku Gandai berjudul Tarian Langit yang Membumi di Tanah Pekal.

Menurut dia, seni tari merupakan identitas suatu daerah, sehingga perlu dijaga kelestariannya. Diharapkan, ke depan tari gandai menjadi dapat memperkaya khasanah budaya Bengkulu untuk Indonesia.

Tahun lalu, papar Rohidin, indeks pembangunan pemajuan kebudayaan (IPK) Provinsi Bengkulu menempati peringkat keempat se-Indonesia dengan angka 59,95, mengungguli angka rata-rata nasional yang hanya 53,74. Ini menjadi bukti, pihaknya sangat konsen pada budaya kearifan lokal yang menjadi identitas suatu daerah.

“Kita perlu terus menjaga budaya yang menjadi kearifan lokal di daerah, sehingga setiap daerah di Bengkulu memiliki identitas,” ujarnya saat menyampikan kata sambutan dalam gelar tari tersebut.

Rohidin menyarankan, seni Tari Gandai perlu ditampilkan secara berkala setiap tahun, terjadwal dengan tempat dan tanggal sama, serta dikemas lebih menarik dan terus berkembang. Sehingga dapat menarik minta kunjung wisatawan, dan pada gilirannya akan berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat.

“Agenda ini coba diadakan terus-menerus secara berkala, terus dikembangkan. Jika perlu, kolaborasikan dengan kegiatan, dibungkus dalam kemasan menarik, sehingga nanti dapat naik level menjadi kalender of event nasional Kemenpar,” pesannya.

Terkait peluncuran buku Tarian Langit yang Membumi di Tanah Pekal karya Nursyamsiah dan Febry Elbi Saputra, Rohidin menilai buku itu sebagai aset warisan yang tak pernah lekang oleh waktu. Buku Gandai akan didistribusikan ke sekolah-sekolah secara merata, agar seni Tari Gandai terus lestari dan dikenal masyarakat.

“Pada malam ini juga saya membeli 50 eksemplar buku Gandai, dan semoga ke depan setiap sekolah memiliki buku ini sebagai referensi, bahwa Bengkulu kaya akan budaya,” cetusnya.

Salah satu penulis buku Gandai, Nursyamsiah mengaku termotivasi menceritakan filosofi seni tari kebanggaan masyarakat Pekal tersebut dalam sebuah tulisan karena memandang pentingnya melestarikan kearifan lokal serta memperkenalkannya ke dunia luar.

“Di sini, kami ingin mengangkat budaya kami agar dikenal masyarakat luas. Selama ini belum ada buku yang membahas tentang seni tari gandai. Kami berinisiatif menulisnya, dan semoga dapat bermanfaat bagi semua masyarakat, khususnya masyarakat Pekal,” pungkas guru MAN 1 Mukomuko ini.[iac]

banner 970180

Related posts

banner 970180