BPD Harus Jadi Sparing Pathner Pemerintah Desa

  • Whatsapp
Bupati Gusnan Mulyadi melantik dan memandu sumpah jabatan anggota BPD tiga desa, di halaman kantor Camat Seginim, Rabu (26/2) sore
Bupati Gusnan Mulyadi melantik dan memandu sumpah jabatan anggota BPD tiga desa, di halaman kantor Camat Seginim, Rabu (26/2) sore.
jadwal-sholat

BENGKULU SELATAN | TheBlusukan.comBadan Permusyawaratan Desa (BPD) harus mampu memposisikan diri sebagai sparing pathner pemerintah desa, bukan malah menjadi “biang kerok” kisruh di desa.

Demikian ditegaskan Bupati Bengkulu Selatan Gusnan Mulyadi usai melantik 15 anggota BPD Tanjung Agung, Dusun Baru dan Darat Sawah Ulu, di halaman kantor Camat Seginim, Rabu (26/2/2020) sore.

Read More

banner 970180

“Sparing pathner di sini maksudnya adalah BPD mampu menjalankan fungsi kontrol jalannya program pemerintahan desa, sehingga dapat memberikan teguran dan masukan konstruktif agar pemerintahan berjalan sesuai koridor dan produktif,” jelasnya.

Gundul, sapaan akrab Gusnan Mulyadi, menggambarkan tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) BPD mirip anggota legislatif di DPRD. Sinergitas antara legislatif dan eksekutif adalah salah satu kunci suksesnya pembangunan.

Mantan Wakil Bupati Bengkulu Selatan 2016-2018 ini menilai, adalah wajar kalau sesekali BPD melancarkan jab kepada pemerintah desa dalam konteks teguran —bukan menyakiti— ketika ada kebijakan atau pelaksanaan pelayanan dan pembangunan desa dinilai melenceng.

Teguran demikian, apalagi kalau disertai saran korektif, menurut Gundul, sangat bagus bagi semua pihak. “Di situlah peran BPD, selain sebagai penampung dan penyalur aspirasi masyarakat,” pungkasnya.

Camat Seginim, Mardalena Romli mengatakan, anggota BPD yang telah dilantik harus memahami tupoksi dan peran pentingnya di tengah masyarakat, harus bisa jadi wakil yang benar-benar aspiratif, turut menjadi perekat seluruh elemen masyarakat desa.

“Yang disampaikan bupati tadi sudah sangat jelas. Sebagai komponen desa yang memiliki kekuatan politis, BPD harus mampu berperan konstruktif dan produktif. Sebab sekarang mindset tentang desa sudah berubah, bukan lagi membangun desa, melainkan desa membangun (menempatkan desa sebagai subyek pembangunan-red). Jadi BPD tidak boleh berpangku tangan,” paparnya.

Untuk itu, Lena mempersilahkan ke-15 anggota BPD yang baru saja dilantik untuk berkonsultasi kepada Pemerintah Kecamatan Seginim kalau dalam enam tahun menjabat menemukan sesuatu yang tidak terpecahkan di tingkat desa.

Selain dihadiri bupati dan camat, pelantikan BPD ini juga dihadiri Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Bengkulu Selatan Hamdan Syarbaini, Kapolsek Seginim IPTU Tamsir Hasan, perwakilan Danramil Manna Sersan Effendi, Kepala KUA Seginim, serta para tokoh masyarakat setempat.[dim]

banner 970180

Related posts

banner 970180