Buru Sindikat Mafia Bansos, LSM dan Pers Tantang Gundul Debat Publik

  • Whatsapp
Ikhsanudin vs Gundul. [ilustrasi]
Ikhsanudin vs Gundul. [ilustrasi]
jadwal-sholat

BENGKULU SELATAN | TheBlusukan.com Temuan seabreg jejak korupsi bantuan sosial (Bansos) seiring carut-marutnya proses pendistribusian bantuan masyarakat terdampak pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Kabupaten Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu, memicu kecurigaan banyak kalangan, termasuk Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan pers.

Elemen kontrol sosial ini mensinyalir, Dinas Sosial (Dinsos) setempat sebagai sarang sindikat mafia Bansos yang telah sejak lama merampok hak rakyat miskin.

Read More

banner 970180

“Bupati Gusnan Mulyadi itu latar belakang pendidikannya ekonomi manajemen, notabene sangat faham tatakelola keuangan. Saya heran, seorang magister manajemen mengatakan beras bantuan masyarakat terdampak Covid-19 bukan dari APBD, dari mana rumusnya? Saya sangat ingin mendengar penjelasan lebih lanjut tentang hal ini,” ungkap Ikhsanudin kepada TheBlusukan.com, Jum’at (8/5/2020) dinihari.

Pimpinan sebuah media mainstream organik Bengkulu Selatan ini juga mempertanyakan dana Rp 700 juta dari APBD —sebelumnya telah disetujui Badan Anggaran (Bangar) DPRD setempat— untuk membiayai cadangan pangan.

“Benar. Saya sudah mengajak beliau buka-bukaan di depan publik, debat di depan publik, supaya tidak ada fitnah dan prasangka berkepanjangan. Ini juga tentang bantuan sosial lainnya yang selama ini diperuntukkan bagi masyarakat dan rumah tangga miskin Bengkulu Selatan,” ujarnya menanggapi video yang diunggah salah satu kanal youtube berisi tantangan debat publik tersebut.

Simak video berikut :

 

Sehari sebelumnya, Wakil Ketua LSM Pemantau Birokrasi dan Hukum Nofredi Herawan juga membenarkan pihaknya telah melayangkan tantangan kepada Bupati Gusnan Mulyadi buka-bukaan melalui debat publik.

“Waktu dan tempatnya terserah bupati, kebetulan sudah lama tidak ngobrol, apalagi selama masa pembatasan sosial ini. Tapi ngobrol kali ini dengan banyak kamera menjadi saksi, supaya publik pun memahami substansi persoalan,” katanya.

Menurut Fredi, ada hikmah besar di balik pandemi Covid-19, yakni terkuaknya tirani Bansos masyarakat miskin yang diduga sejak lama terjadi di Bumi Sekundang Setungguan.

“Untuk itu, Gusnan tidak perlu merasa terhakimi saat diajak sama-sama mengungkap kebobrokan Dinsos dan kroninya di lapangan,” pungkasnya.

Sementara itu, Serunting Institute —underbow Kantor Berita Ronin98 Network Jakarta— sejak beberapa hari terakhir telah mengarahkan 124 media online binaannya memantau kisruh Bansos di daerah tersebut. Begitu pula belasan media mainstream anggota Ikatan Media Online (IMO) Indonesia DPW Provinsi Bengkulu.[ram]

banner 970180

Related posts

banner 970180