Gawat! Militan Hartawan Bermunculan dari Kubu Petahana

  • Whatsapp
Salah satu poster Hartawan di Jalan Lintas Barat Sumatera.
Salah satu poster Hartawan di Jalan Lintas Barat Sumatera.
jadwal-sholat

BENGKULU SELATAN | TheBlusukan.com Mulai malam ini, Petahana Gusnan Mulyadi beserta pengikutnya tak bisa lagi tidur senyenyak biasanya, kecuali memang tidak berencana ikut Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bengkulu Selatan tahun ini.

Pasalnya, rumor berpalingnya mayoritas pejabat penting —berkemampuan sebagai play maker pendulang suara ASN dan keluarganya— di lingkungan Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) setempat sejak hampir setahun terakhir, ternyata hari ini terbukti nyata.

Read More

banner 970180

Temuan ini terangkum dari hasil pengamatan dan wawancara acak Netizen62.net, Brigade88.com, dan TheBlusukan.com terhadap sejumlah pejabat di belasan OPD, sepanjang Kamis (19/3/2020).

“Buat apa dipertahankan? Kami kerja begini butuh kepastian, bukan sebentar-sebentar mutasi atau nonjob. Tanyalah yang lain (sembari menyebut beberapa nama-red), kurang lebih sama pendapatnya. Itu orang kami (pendukung Hartawan-red) juga,” geram salah satu pejabat OPD setelah dicecar pertanyaan provokatif.

Bermodal petunjuk ‘secuil’ nama dari latah narasumber ini, belasan nama pejabat lainnya terungkap, termasuk jumlah tenaga medis dan guru.

“ASN tidak boleh berpolitik, tapi saya dan adik-sanak takkan memenangkan Gundul (sapaan Petahana Gusnan Mulyadi-red). Semacam kesepakatan yang tidak tersirat, Gundul cukup sampai di sini,” ujar seorang guru senior.

Menurut dia, menguatnya dukungan kepada Hartawan akhir-akhir ini tidak terlepas dari peran calon pasangannya yang semasa berdinas terkenal santun, pengayom sekaligus menjadi panutan banyak ASN karena bijak dan sigap bertindak.

 

Pers Kocar-kacir

Di tengah semakin gencarnya para penantang, gerakan petahana terpantau justru sebaliknya, masih terbuai atau lebih tepatnya seolah sedang membuat ‘jebakan Batman’, padahal bisa saja para lawan sedang terpingkal-pingkal menyaksikannya.

Pengamatan TheBlusukan.com, terpentalnya puluhan media mainstream —sebelumnya getol membentengi singgasana petahana— dari peran mitra kehumasan, diduga juga akan jadi preseden tersendiri pasca pencairan dana publikasi yang sudah dicincang habis-habisan.

Hebatnya, 11 media organik Bengkulu Selatan —sejatinya jauh lebih faham isi perut petahana— juga mendapat perlakuan sama. Alih-alih menyiapkan lapangan pekerjaan, karya kreatif putera daerah sedemikian pun tidak ditoleh. Merekalah tumpukan senjata ampuh yang kini sudah terlanjur hanya bisa dihunus petahana dalam alam mimpi.

Menyitir petikan kalimat Bro Scooby-Doo dari Mistery Inc, gaya politik petahana ini “layak diacungi jempol” karena tidak berlebihan manfaatkan jabatan mempertahankan kekuasaan.

Apapun pandangan ‘nyinyir’ para hatters tentang Gundul dan kroni elit politiknya, bagi mayoritas grassroot Sang Petahana ini tetap masih diidolakan. Kurang percaya? Ikuti hasil jajak pendapat minggu depan.[lim]

banner 970180

Related posts

banner 970180