Helmi Hasan Ingkar Janji, Dinsos Ubah Kriteria Penerima Bantuan Sembako

  • Whatsapp
Paket bantuan sembako dari Pemkot Bengkulu untuk masyarakat terdampak Covid-19
Paket bantuan sembako dari Pemkot Bengkulu untuk masyarakat terdampak Covid-19. [ist]
jadwal-sholat

BENGKULU | TheBlusukan.com — Janji Walikota Bengkulu Helmi Hasan takkan tebang pilih dalam penyaluran bantuan sembako kepada seluruh warganya, ternyata meleset.

Melalui surat bernomor 460/293/D.Sos/2020, Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bengkulu meminta seluruh camat dan lurah mendata ulang warga terdampak pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di daerah tersebut.

Read More

banner 970180

Menurut surat ditandatangani Plt Kepala Dinsos Drs Bujang HR MM —tanggal 6 Mei 2020— tersebut, para camat dan lurah diminta menyampaikan data masyarakat terdampak Cpvid-19 dengan ketentuan :

  1. Individu atau masyarakat yang terdampak Covid-19 memiliki resiko sosial, seperti keluarga miskin.
  2. Pekerja sektor informal atau harian dan individu atau masyarakat lainnya yang memiliki resiko sosial akibat
    dampak Covid-19.
  3. Individu dan keluarga suspect, orang dalam pengawasan (ODP) dan PDP.
  4. Warga yang berada dalam karantina untuk pencegahan penyebaran Covid-19.
  5. Penyandang disabilitas, tuna netra dan Lanssia yang berada di wilayah zona merah.

Data tersebut harus diterima Dinsos paling telat Jum’at (8/5) besok.

Isi surat ini mengisyaratkan pernyataan Helmi Hasan sekitar tiga pekan lalu terkait jaminan kepada seluruh masyarakat Kota Bengkulu —termasuk pendatang pemegang KTP Indonesia— pasti memperoleh pembagian sembako berupa beras dan mie instan, tidak bisa ditepati.

Temuan TheBlusukan.com di lapangan, ancang-ancang perubahan kriteria penerima bantuan tahap kedua ini terjadi saat pendistribusian bantuan tahap pertama masih menjadi polemik dan tanda tanya besar di tengah masyarakat.

Sebab masih banyak pemegang KTP WNI —kalangan pelajar, mahasiswa dan pekerja harian— tidak mendapatkan haknya, meski sudah tercatat sebagai warga Kota Bengkulu bertahun-tahun.

Ironisnya, serangkaian fenomena memalukan ini terjadi setelah Helmi sesumbar melalui sebuah media online, bahwa Pemkot Bengkulu sudah siap melindungi seluruh warganya menghadapi segala kemungkinan terkait Covid-19, meski pandemi ini terjadi 1000 tahun.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak berkompeten di lingkungan Pemkot Bengkulu masih dalam upaya dikonfirmasi.[san/covidiot]

 

banner 970180

Related posts

banner 970180