Jangan Berkilah, Ada APBD Rp 700 Juta dalam 100 Ton Beras Bantuan

  • Whatsapp
Sebaiknya jangan protes. Ini bukan beras rakyat, tidak masalah diinjak-injak, meski disaksikan bupati
Sebaiknya jangan protes! Kabarnya, ini bukan beras rakyat, tidak masalah diinjak-injak, bahkan di depan bupati.
jadwal-sholat

BENGKULU SELATAN | TheBlusukan.com Bupati Bengkulu Selatan Gusnan Mulyadi didesak tidak mencla-mencle dan harus segera menjelaskan secara gamblang di depan publik, dilengkapai data-data rinci yang bisa dipertanggungjawabkan terkait asal usul 100 ton beras bantuan kepada masyarakat terdampak pandemi Coronavirus Disease 2019 (Civid-19).

“Jangan berkilah kekanak-kanakan, buat penjelasan resmi yang mencerahkan dan menyejukkan masyarakat. Bukan level seorang bupati menjawab persoalan dengan teka-teki yang dapat memicu debat kusir di media sosial,” desak Indarmen Syukur usai mencermati video klarifikasi Gusnan Mulyadi terkait kisruh pembagian bantuan beras di Pasar Bawah.

Read More

banner 970180

Dalam vidoe tersebut, kata Indarmen, Gusnan tidak hanya terkesan berusaha menyelamatkan diri dari bidikan LSM yang sudah terlanjur merasa dilecehkan TKSK, tapi juga melontarkan kalimat satire tentang asal-usul beras.

“Terbersit maksud larangan protes bagi warga yang tidak mendapatkan jatah bantuan beras itu. Digambarkan seolah 100 ton itu bukan hak mutlak masyarakat, dengan berulang menyebut ‘bukan dari APBD’. Dari manapun anggarannya, itu duit rakyat, berasnya milik rakyat. Kalau pun terpaksa tidak memungkinkan dibagi rata, harus ada penjelasan melalui kalimat lebih bijak,” cecarnya melalui TheBlusukan.com, Rabu (6/5/2020) pagi.

Warga Suka Negeri Kecamatan Air Nipis ini menyarankan Gundul, sapaan akrab Gusnan Mulyadi, bertindak layaknya bupati aktif/masih menjabat, bukan sebagai calon bupati yang butuh tumpangan panggung pencitraan di sana-sini.

“Apa untungnya bagi petahana numpang panggung Corona? Coba lebih fakus urus daerah di masa susah ini untuk membuktikan kinerja, jangan kebanyakan selfie. Coba perhatikan, beras bantuan itu diinjak-injak saat pengepakan saja tidak ditegur, apalagi hal lebih besar dari itu,” pungkasnya.

Ditemui di kediamannya, Anggota DPRD Bengkulu Selatan Yunadi mengaku heran dengan pernyataan Gundul dalam video klarifikasi dimaksud.

“Seingat saya (sesuai rapat terakahir yang diikuti-red) beras itu Rp 700 juta (didanai-red) dari APBD Bengkulu Selatan. Kurang tahu kalau ada rapat-rapat lainnya yang merubah itu,” ungkapnya, Selasa malam.

Dihubungi terpisah, Anggota DPRD lainnya, Nissan Deni Purnama menegaskan Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan wajib menjelaskan asal mula beras 100 ton tersebut. Lalu, menjelaskan refocusing APBD Rp 44,7 miliar untuk penanganan Covid-19 digunakan untuk apa saja.

“Sebagai wakil rakyat, kami tidak pernah mendapat penjelasan dari pihak eksekutif mengenai dana Covid-19,” jelasnya melalui chatting whatsApp, Rabu (6/5) pagi.[san]

banner 970180

Related posts

banner 970180