JPU Tuntut Ketua Forwaka Kejati Babel Dua Bulan Penjara

  • Whatsapp
Sidang pembacaan gugatan kasus Atomindo di PN Pangkalpinang
Sidang pembacaan gugatan kasus Atomindo di PN Pangkalpinang
jadwal-sholat

PANGKALPINANG | TheBlusukan.com Diduga melakukan pencemaran nama baik, Ketua Forwaka Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung (Kejati Babel), Rudi Sahwani bin Nawawi Ahmad dan rekanya Darmansyah bin M Isa Royani dituntut hukuman dua bulan penjara.

Tuntutan tersebut telah dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Babel Erni Yusnita di Pengadilan Negeri Pangkalpinang, Senin (27/4/2020) lalu.

Read More

banner 970180

Kedua terdakwa dinilai bersalah melakukan tindak pidana pencemaran nama baik secara tertulis yang dilakukan secara bersama-sama —melanggar Pasal 310 Ayat (1) (2) KUHP Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP— sebagaimana tertuang dalam dakwaan kedua JPU.

Masing-masing dituntut dengan pidana penjara selama dua bulan dengan perintah agar terdakwa ditahan.

JPU menetapkan barang bukti berupa :

  1. Selembar surat dari PT Timah Tbk, Nomor 0244/Tbk.PTH-3150/19-S2.2, perihal surat teguran kepada Direktur CV Venus Inti Perkasa yang beralamat di Jalan Malahati, Kawasan Industri Pangkalpinang.
  2. Selembar print out surat keterangan penerima disposisi, nomor registrasi : 1908.6110, nomor surat : 012, pengirim Atomindo, perihal Asosiasi Penambang dan Pengolah Pasir Mineral Logam, untuk : Dirps, tanggal surat 28 Agustus 2019.
  3. Empat lembar fotokopi surat Atomindo (Asosiasi Penambang dan Pengolah Pasir Mineral Indonesia) kepada Presiden Republik Indonesia Nomor : REF. 012/ATOMINDO-KSP/DIM/VIII/2019, tanggal 19 Agustus 2019, perihal penyampaian masukan terkait regulasi yang mematikan industri pertimahan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (terlampir dalam berkas perkara).

Selain itu, juga terdapat barang bukti lain, berupa satu unit laptop merek Asus tipe X 453 M warna putih, satu unit printer HP Deskjet D2566 warna cream. JPU membebankan para terdakwa membayar biaya perkara, masing-masing sebesar Rp5 ribu.

Perkara ini berawal dari laporan seorang perwakilan perusahaan smelter, yakni CV Venus Inti Perkasa (VIP), Hasan Tjhie alias Asin kepada kepolisian beberapa waktu lalu, terkait perbuatan para terdakwa selaku pengurus Atomindo.

Dalam laporan itu, CV VIP tidak terima atau merasa dirugikan nama perusahaan tersebut (CV VIP) dicantumkan dalam surat dibuat pengurus Atomindo dan diserahkan ke kantor Staf Presiden RI tanpa sepengetahuan mereka.[tim]

banner 970180

Related posts

banner 970180