Jual Konsep Muluk, Yogi Dicibir Emak-emak

  • Whatsapp
Pendukung Yogi Pramadani.
jadwal-sholat

BENGKULU SELATAN | TheBlusukan.comPaparan konsep membangun daerah yang dijadikan dagangan politik salah satu bakal calon (Balon) Bupati Bengkulu Selatan, Yogi Pramadani dicibir kaum emak-emak. Mereka  menyarankan, alih-alih bertarung konsep muluk, sebaiknya lajang berusia 25 tahun itu menata kehidupan pribadi terlebih dahulu.

“Sebelum jadi (menjabat-red) apa-apa, biasanya memang semua orang akan begitu, sok suci. Saya akui konsepnya lumayan sip lah, tapi yang logis-logis saja mestinya. Apalagi sudah mengaku matang dan sukses, kita jadi bertanya-tanya apa hebatnya dia, apa unggulnya anak ingusan ini?” cecar Lasmi, emak-emak asal Kecamatan Bunga Mas saat dimintai pendapatnya, Jum’at (28/2/2020) sore.

Read More

banner 970180

Menurut dia, gagasan super wah dari Yogi menunjukkan politisi dadakan ini belum melek dunia. Pasalnya, politisi senior dan bahkan mantan birokrat handal saja sudah silih berganti menjabat bupati di Bumi Sekundang Setungguan, tetap saja tidak mampu menampakkan prestasi membanggakan, bahkan tertangkap KPK saja sudah ada.

Awalnya Lasmi sependaapat dengan Yogi terkait Bengkulu Selatan sedang sakit parah, korupsi kolusi dan nepotisme (KKN) merajalela hingga ke level pejabat paling bawah, dana desa (DD) meningkat tapi “digerogoti” program titipan pemerintah kabupaten dan seterusnya.

Namun, Lasmi balik meradang kala mendapati Yogi memanfaatkan situasi buruk itu dengan menawarkan konsep pemberantasan tipikal buruk oknum pejabat daerah melalui kunjungan door to door beberapa pekan terakhir.

Menyinggung siapa figur pantas memimpin daerah ini, Lasmi tidak menjawab gamblang. Rika Yohan, lanjut dia, salah satu figur pilihan alternatif, karena walaupun kiprahnya di daerah belum teruji tapi tidak banyak mengumbar kata-kata manis.

Begitu pula Nurmansyah Samid —berpasangan dengan Aliman Siana. Menurut Lasmi, pengalaman pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN) satu ini tidak bisa diragukan lagi. “Senior sekelas Nurmansyah (mantan Pj Sekda-red) tentu lebih faham dibanding pemain baru yang belum tentu tahu situasi internal pemerintahan dan problema pembangunan daerah,” pungkasnya.

Ditemui terpisah, dua emak-emak asal Kecamatan Manna memandang Yogi masih layak diperhitungkan. Sebab, bagi mereka kesalahan memahami konsep Yogi tersebut adalah wajar, mengingat perbedaan usia dan mindset.

Bisa jadi, Yogi lupa memetakan konstituen yang ditemuinya, sehingga tatabahasa digunakan terlalu tinggi. “Konsep Yogi dengan menyiapkan kail (keterampilan kompetitif dan lapangan pekerjaan diperluas-red) sebanyak-banyaknya untuk mengentaskan persoalaan ekonomi di sini, saya kira layak dicoba,” saran Gina, Jum’at (28/2) sore.

Berangkat dari dunia bisnis dan baru hitungan bulan menerabas pentas politik, ulas dia, secara konseptual Yogi tentu sudah mempertimbangkan banyak hal. Narasi yang kurang sesuai, atau mungkin sedikit bergeser dari kearifan lokal, mestinya tidak dijadikan tolak ukur semata wayang.

Pantauan DesaZone (grup TheBlusukan.com) kurun tiga bulan terakhir, kemunculan mendadak nama Yogi Pramadani di blantika politik praktis Bengkulu Selatan memantik sederetan pertanyaan kalangan masyarakat desa. Mayoritas menduga, pencalonan pemuda asal Desa Kota Agung Kecamatan Seginim ini hanya spekulasi bisnis yang diarahkan ke urusan politik.

Terkait nada sumbang ini, saat akan dimintai konfirmasi tadi sore, Yogi sedang tidak berada di kantornya. Menurut salah satu karyawan, Si Bos walet ini sedang mengikuti kegiatan di desa.[lim]

banner 970180

Related posts

banner 970180