Salam Corona! IMO Pinta Pemerintah Permudah Konfirmasi Jarak Jauh

  • Whatsapp
Ketua Umum IMO-Indonesia, Yakub Ismail
Ketua Umum IMO-Indonesia, Yakub Ismail.
jadwal-sholat

JAKARTA | TheBlusukan.com Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ikatan Media Online (IMO) Indonesia meminta pihak pemerintah —pusat dan daerah— lebih membuka ruang komunikasi kepada pers terkait pencegahan berita hoaks seputar Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Permintaan ini menyusul seruan DPP IMO-Indonesia kepada ratusan pemilik/pengelola media anggotanya di seluruh Tanah Air mengurangi wawancara tatap muka para pewarta mereka, digantikan komunikasi via telepon atau pesan instan dan email hingga pemerintah menyatakan situasi pandemi Covid-19 telah terkendali/teratasi.

Read More

banner 970180

“Kami meminta seluruh media online yang tergabung dalam IMO-Indonesia menyiapkan pengamanan untuk keselamatan dan kesehatan kerja (K3) para pewarta yang ditugaskan ke lingkungan beresiko tinggi penularan Covid-19,” tegas Ketua Umum IMO-Indonesia, Yakub Ismail kepada Brigade88.com (grup TheBlusukan.com), di Jakarta, Senin (16/3/2020).

Menurut dia, pemerintah dan pers mesti tetap terbuka —apalagi terhadap upaya bersama mengatasi pandemi Covid-19— dengan tetap berpegang teguh pada prinsip kebebasan pers dan hak atas informasi.

Agar dapat maksimal mengonter pemberitaan hoaks Covid-19 dan lainnya, pers hendaknya tetap melakukan croscheck secara berjenjang serta konfirmasi ulang kepada para narasumber. Sehingga upaya ini harus terdukung elemen kehumasan pemerintah.

“Demi memberikan support pemberitaan terhadap langkah-langkah serta arahan pemerintah secara berjenjang kepada masyarakat lebih luas, DPP IMO-Indonesia mengimbau kepada media online anggota secara nasional untuk melakukan komunikasi di wilayah masing-masing terkait perkembangan upaya pencegahan dan penanganan Covid-19,” pungkas Yakub.

 

Kearifan Lokal Bengkulu

Sejalan seruan DPP IMO-Indonesia serta situasi terkini dan perkembangan kebijakan pemerintah di Bumi Rafflesia, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) IMO Bengkulu mengimbau pimpinan 42 media online —anggota terverifikasi— memberi pemahaman kepada para pewartanya masing-masing, yakni untuk membiasakan mengurangi interaksi langsung/berjabatan tangan dengan narasumber hingga 14 hari ke depan, terhitung mulai Selasa (17/3).

Konkretnya, DPW IMO Bengkulu akan menerapkan prosedur standar bagi pewarta saat bertemu narasumber sesuai kearifan lokal, yakni mengucapkan salam kemudian mengganti jabatan tangan dengan ucapan tertentu, misalnya “Salam Corona” untuk mengingatkan narasumber tentang sikap antisipatif.

Belum dibatasinya aktifitas wawancara tatap muka mengingat sebagian besar narasumber di daerah ini kurang kooperatif saat dimintai konfirmasi jarak jauh. Sementara rilis dari media-media center milik pemerintah daerah belum memperhatikan resiko plagiasi yang sangat membahayakan aspek website healthy media mainstream.

Dalam konteks ini, DPW IMO Bengkulu mengingatkan anggotanya tak perlu berlebihan, namun tetap waspada dan terus berupaya menopang tugas pemerintah dan pihak berkompeten lainnya memerangi Covid-19, khususnya dalam penyebarluasan berita tanpa hoaks.[yfi/**]

banner 970180

Related posts

banner 970180