SE Bupati Disepelekan, Ratusan Ton Beras Seginim Lolos ke Luar Daerah?

  • Whatsapp
Beras Seginim
Beras Seginim. [ilustrasi]
jadwal-sholat

BENGKULU SELATAN | TheBlusukan.com Ratusan ton beras terpantau leluasa meninggalkan lumbung pangan —Kecamatan Seginim dan sekitarnya— Kabupaten Bengkulu Selatan, diduga “dilarikan” ke luar daerah.

Ironisnya, hal ini terjadi setelah Bupati Gusnan Mulyadi mengeluarkan Surat Edaran (SE) terkait penyiapan stok pangan menjelang paceklik panjang akibat pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), yakni berwujud tidak dijualnya gabah atau beras kepada pihak yang bakal menjualnya kembali ke luar daerah.

Read More

banner 970180

Pantauan Kompolmas, DesaZone, Serunting, Covid19 dan TheBlusukan di lapangan, SE itu tak digubris pihak berkompeten menggantikan peran tengkulak. Sementara petani sudah dikejar berbagai tagihan biaya produksi, sehingga sangat tidak memungkinkan menumpuk gabah/beras hasil panen terlalu lama.

Sepekan terakhir, setiap malam 10-25 mobil pickup dan truk doublecabin bermuatan masing-masing sekitar 1,5 hingga 2 ton beras melaju meninggalkan dua kecamatan berjuluk lumbung pangan Bengkulu Selatan tersebut.

Beberapa kepala desa di basis produksi mengonfirmasi, mereka tidak sanggup berbuat banyak —selain menyampaikan himbauan bupati— saat petani mulai memanen padi hingga terpaksa menjual kepada tengkulak, sebab dana desa (DD) tahap pertama tak kunjung cair. Sehingga peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) menggantikan tengkulak baru sebatas angan-angan.

“Sekarang bupati lah yang memungkinkan turun tangan dengan anggaran kabupaten. Kami belum punya dana. Kalau pun dalam dua-tiga hari ke depan DD bisa dicairkan, paling hanya sekitar Rp 300 juta (40 persen dari tatal DD setahun-red), tentu belum memadai untuk itu sepenuhnya. Karena penanggulangan corona ini pun masih banyak pengeluaran lain yang juga berasal dari himbauan bupati,” ungkap salah satu kepala desa di Kecamatan Seginim, Minggu (12/4/2020) malam.

Terpisah, Kapolsek Seginim IPTU Tamsir Hasan saat dihubungi TheBlusukan.com tidak menampik pernah mendapatkan laporan dari segenap anggotanya tentang derasnya arus “ekspor” stok pangan Bengkulu Selatan meninggalkan wilayah tersebut, minimal dalam sepekan terakhir.

Namun, Tamsir tidak bisa memastikan kemana beras-beras itu dibawa. “Dilihat dari jenis kendaraannya, mungkin saja dikumpulkan dulu di suatu tempat (diduga di sekitar ibukota kabupaten-red) untuk disimpan sebagai stok pangan atau mudah-mudahan saja (dibawa keluar daerah-red) tidak terjadi,” jawabnya, Minggu (12/4) malam.

Secara implisit Tamsir pribadi mengaku sejauh ini baru sebatas memantau, sebab belum memiliki alat paksa kuat untuk menentukan sikap lebih lanjut.

Konfirmasi informal ini mengisyaratkan, Bupati Bengkulu Selatan Gusnan Mulyadi wajib menyadari bahwa kebijakannya terkait kesiapsiagaan —bidang pangan— dalam upaya penanggulangan pandemi Covid-19 tidak terdukung jajaran pemerintahan di daerah itu.

Bahkan, dengan tidak terkoordinasinya SE tersebut dengan pihak kepolisian, Gundul, panggilan akrabnya, praktis hanya berjalan sendiri alias bertepuk sebelah tangan, meski mulutnya sudah “berbusa-busa” mengingatkan OPD terkait dilanjutkan ke seluruh pelosok desa.

Hingga berita ini ditulis, OPD terkait dan pihak berkompeten lainnya dalam upaya dikonfirmasi. Sepertinya, kalangan pejabat OPD masih gagal paham teknis produksi jurnalistik di masa pembatasan sosial, konfirmasi via telepon atau pesan instan whatsApp jarang digubris.[san]

banner 970180

Related posts

banner 970180