Tak Semuluk Simulasi, Pembagian Bantuan Sembako Pemkot Bengkulu Repotkan Warga?

  • Whatsapp
Relawan BRO menggunakan mobil operasional bantu distribusikan beras bantuan Pemkot Bengkulu
Relawan BRO menggunakan mobil operasional bantu distribusikan beras bantuan Pemkot Bengkulu, Sabtu (18/4).
jadwal-sholat

BENGKULU | TheBlusukan.com Proses penyaluran bantuan sembako Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu Provinsi Bengkulu dinilai warga penerima tak seindah simulasi —dipraktekkan Walikota Helmi Hasan— sebelumnya.

Minimal, hal ini dirasakan segenap warga RT 1 Kelurahan Kandang, Kecamatan Kampung Melayu yang mengaku kebingungan saat mendengar bantuan dimaksud tidak terangkut dan menumpuk di kantor luruh setempat, Sabtu (18/4/2020) pagi.

Read More

banner 970180

Segenap warga RT 1 menduga, hal demikian disebabkan mentahnya perencanaan program, sehingga fasilitas pengangkutan dan tenaga pendukung tidak tersedia.

Di tengah kebingungan itu, Ketua RT 1 Iwan berinisiatif menghubungi jaringan Relawan Bersama Rohidin Oke (BRO).

Menurut Iwan, tanpa banyak komentar segenap Relawan BRO mendatangi lokasi penumpukan sembako —baru berupa beras, mie instan yang dijanjikan walikota belam ada— tersebut bersama dua armada angkutan barang.

Mereka bahu-membahu membawa beras tersebut dari kantor lurah ke rumah Iwan. Sementara untuk mengantar langsung ke rumah-rumah warga, dilarang lurah.

“Saya atas nama seluruh masyarakat RT 1 merasa sangat terbantu dan berterima kasih atas keringanan tangan Relawan BRO yang tak banyak bicara tapi selalu siap beraksi nyata. Walaupun tetap terhalang (dilarang-red) menunaikan janji walikota mengantar sampai ke rumah warga,” tuturnya.

Secara pribadi, Iwan menyesalkan sikap Lurah Kandang yang tidak menunjukkan itikad menepati janji Helmi Hasan, hanya karena pihak yang membantu tersebut adalah kubu calon rival politik Sang Walikota pada pemilihan gubernur mendatang.

“Padahal yang dibagikan ini kan bantuan yang didanai pemerintah, bukan pribadi Helmi. Politik itu kurasa urusan pribadi,” sesalnya.

Dihubungi terpisah, Ketua Umum Relawan BRO Yulios Kelana Saputra mengaku tidak keberatan uluran tangan relawan ditepis Lurah Kandang, yang penting bantuan pemerintah bisa tersalurkan.

“Kami tidak perlu numpang panggung di pentas Covid-19, karena mempolitisir bencana pandemi ini bagi kami sangat memalukan. Ini kan musibah yang harus ditanggulangi bersama, masa iya kita main-main untuk itu? Masyarakat kita sudah sangat cerdas, mereka bisa bedakan yang tulus dan modus,” cetusnya, Sabtu (18/4) sore.

Os, sapaan karibnya, menilai bantuan sembako kepada seluruh masyarakat terdampak Covid-19 oleh Pemkot Bengkulu patut diacungi jempol.

Namun dia minta semua pihak tidak mempolitisir, apalagi dengan cara berlebihan seperti polemik yang membanding-bandingkan antara langkah sterilisasi sementara lingkungan salah satu masjid di Kota Bengkulu —karena pernah ditinggali pasien positif Covid-19— dengan langkah nyentrik Walikota Helmi Hasan menutup sebuah lokalisasi yang mestinya sudah dilakukan kepala daerah tersebut beberapa tahun sebelumnya.

“Selama masa pandemi ini seluruh Relawan BRO sudah sepakat mengenyampingkan urusan politik praktis demi fakus membantu masyarakat terdampak (aspek kesehatan dan sosial ekonomi-red). Yang mau numpang panggung silahkan, kami tukang tepuk tangan saja,” tutupnya.

Hingga berita ini dipublish, pihak berkompeten mengurusi distribusi bantuan sembako Pemkot Bengkulu masih dalam upaya dimintai konfirmasi, khususnya terkait hambatan distribusi ke RT 1 Kelurahan Kandang.[tim/JagaJarakCoy]

banner 970180

Related posts

banner 970180